MusikSah mendeteksi musik yang diputar di tempat usaha Anda secara otomatis dan melaporkannya ke LMKN. Anda tetap putar musik favorit — kami yang urus legalitasnya.
Memutar musik di tempat usaha tanpa lisensi melanggar UU Hak Cipta No. 28/2014. Denda bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Mencatat setiap lagu yang diputar secara manual? Tidak praktis. LMKN butuh laporan detail untuk distribusi royalti.
Banyak solusi mengharuskan pakai playlist tertentu. Dengan MusikSah, putar musik apa saja dari Spotify, YouTube, atau USB — kami yang deteksi.
Tiga langkah mudah untuk musik legal di tempat usaha Anda
Pilih paket sesuai kebutuhan bisnis Anda. Kami pasang perangkat pendeteksi kecil di venue Anda.
Putar musik apa saja dari sumber mana saja — Spotify, YouTube, USB, radio. Perangkat kami mendengarkan dan mengenali lagu secara otomatis.
Laporan detail otomatis dikirim ke LMKN setiap bulan. Royalti tersalurkan, bisnis Anda aman secara hukum.
Perangkat kami mengenali lagu dari audio ambient — tidak perlu integrasi dengan sistem musik Anda.
Laporan format LMKN dibuat otomatis setiap bulan dalam format PDF, Excel, atau CSV.
Pantau musik yang diputar di semua venue Anda secara real-time lewat dashboard web.
Kelola banyak lokasi dari satu akun. Cocok untuk chain restaurant, franchise, atau hotel group.
Deteksi juga berfungsi untuk live music dan event — semua tercatat untuk pelaporan royalti.
Database kami mencakup jutaan lagu termasuk musik Indonesia — dangdut, pop Indo, dan genre lokal lainnya.
Investasi kecil untuk ketenangan hukum bisnis Anda
Untuk kafe dan restoran kecil
Untuk bisnis menengah
Untuk hotel chain, mal, dan jaringan besar
LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional) adalah badan yang mengelola royalti musik di Indonesia. Setiap tempat usaha yang memutar musik wajib membayar royalti dan melaporkan lagu yang diputar sesuai UU Hak Cipta No. 28/2014.
Tidak! Itu keunggulan MusikSah. Putar musik dari sumber mana saja — Spotify, YouTube Music, Apple Music, USB, bahkan radio FM. Perangkat kami mendeteksi lagu dari audio yang terdengar di ruangan.
Kami menggunakan perangkat kecil berbasis Raspberry Pi dengan mikrofon. Ukurannya sebesar telapak tangan dan hanya mendengarkan audio untuk identifikasi lagu — tidak merekam percakapan.
Tidak. Perangkat hanya mengirim cuplikan audio pendek (12 detik) ke server untuk dicocokkan dengan database lagu. Audio tidak disimpan setelah proses identifikasi selesai. Privasi pelanggan Anda terjaga.
Perangkat kami bisa menyimpan data sementara saat offline dan mengirimkan laporan saat koneksi pulih. Bandwidth yang dibutuhkan sangat kecil karena hanya mengirim cuplikan audio pendek.
Pemasangan hanya butuh 15-30 menit. Tim kami datang, pasang perangkat, hubungkan ke WiFi, dan pastikan sistem berjalan. Tidak perlu instalasi software di perangkat musik Anda.
MusikSah membantu pelaporan, bukan menggantikan pembayaran royalti. Anda tetap perlu membayar lisensi ke LMKN, tapi MusikSah membuat proses pelaporan menjadi otomatis dan akurat sehingga pembayaran royalti tepat sasaran.